<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-29470798</id><updated>2011-12-25T03:41:01.936-08:00</updated><title type='text'>Serpihan Hikmah Gedeprama</title><subtitle type='html'>Celoteh-celoteh Gedeprama Tentang Kehidupan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://serpihanhikmah-gedeprama.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29470798/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serpihanhikmah-gedeprama.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>mazheri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935850869069192300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3144/3051/1600/FOTOKU.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29470798.post-114991973370089485</id><published>2006-06-09T23:08:00.000-07:00</published><updated>2006-06-09T23:08:53.766-07:00</updated><title type='text'>Diktator Ide Pembunuh Ingatan</title><content type='html'>Oleh : Gede Prama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang rekan yang pernah dikirim ke rumah sakit jiwa untuk menjalani test menjadi manusia waras, punya pengalaman menarik. Hanya karena tanda tangannya yang dianggap aneh oleh seorang dosen, maka jadilah dia salah satu kandidat penghuni rumah sakit jiwa. Pertanyaan pewawancara yang sering diulang-ulang adalah tentang nama orang tua. Di awal ditanya, di pertengahan ditanya, dan terakhir ditanya lagi. Untungnya, dia bisa menjawab dengan nama orang tua yang sama. Sehingga loloslah dia dari stempel sebagai orang gila. Menurut rekan ini, inti dari seluruh test ini hanya soal ingatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memang bukan seorang pakar psikiatri. Rekan di atas, yang mengidentikkan waras atau gila hanya berkaitan dengan ingatan, tentu saja terlalu sederhana. Namun, sangat penting bagi manusia normal untuk memiliki ingatan yang sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang seribu sayang, ada banyak sekali konsep manajemen - terutama yang berbentuk manual - yang tidak membuat kita semakin sehat di sektor ingatan. Sebaliknya, bahkan membuat kita semakin pelupa dari hari ke hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja manual Philip Kotler dalam bentuk segmentation, targetting, positioning (biasa disingkat STP) yang sampai sekarang masih ditempatkan bak seorang 'dewa'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak pertama kali manual ini ditulis puluhan tahun yang lalu hingga sekarang, sebagian komunitas marketing seperti terbius tanpa daya. Sebab, mereka hanya berputar di sektor STP. Lupa - atau malah kehilangan ingatan - kalau keadaan sekarang dibandingkan dengan keadaan saat STP dimanualkan, sudah sangat berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat membandingkan tubuh kita dengan foto di zaman masih muda dulu. Bila ada orang yang membandingkan tubuhnya di umur 50-an, dengan fotonya saat berumur 21, kemudian menyebut bahwa fotonya benar dan cermin di depannya yang keliru, ingatan orang ini tentu saja diragukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setali tiga uang dengan pengandaian foto di atas, jutaan penggemar Kotler dengan STP-nya, Hammer dengan reengineering-nya, Argyris dengan double loop learning-nya, IMF dengan konsep rekapitalisasinya, atau Taylor dengan scientific management-nya, kalau mau jujur, ingatannya sedang terganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan demikian, 'potret' (baca : kerangka) yang dibuat jauh-jauh hari sebelumnya, hanyalah wakil dari masa lalu yang statis. Dan, wakil tadi membuat mereka lupa ingatan, bahwa kita sedang hidup dalam masa kini yang bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai hasilnya, apapun dan siapapun yang berada di luar manual mereka, mudah sekali disebut salah, atau didudukkan pada kursi penghianat. Mengetahui - dalam dunia kaum lupa ingatan ini - berarti menjadi diktator terhadap orang dan kecenderungan yang lain. Padahal, mereka sedang diperbudak oleh keyakinan-keyakinannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya punya banyak sekali bukti tentang hal ini. Baik di dunia teori maupun praktek. Disamping konsep Kotler dan Hammer di atas, Chandler dengan structure follows strategy-nya, Weber dengan birokrasinya, Lawrence &amp; Lorsch dengan pendekatan kontingensinya, Peters &amp;amp; Waterman melalui 7S Mc.Kinsey-nya, Mc. Gregor bersama teori X/Y-nya, Hofstede dengan budaya perusahaan, dan masih banyak lagi contoh lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia praktek, saya pernah bertemu pemilik perusahaan yang hanya melihat data dan kecenderungan dalam paradigmanya saja. Seorang direktur pemasaran sebuah merk sepeda motor terkemuka, pernah mencaci maki semua ide dan teori orang lain sebagai tidak jalan dan tidak berguna di depan umum. Seorang klien pernah memaki saya, hanya karena hasil riset organisasi oleh konsultan berbeda dengan keyakinan-keyakinan dia. Sejumlah manajer yang merasa diri pintar dan berhasil, kualitas argumennya tidak berubah antara saat memulai diskusi, dengan ketika mengakhir diskusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Digabung menjadi satu, baik dunia praktek maupun teori manajemen, sebenarnya sudah lama dihuni spesies manusia yang sekali masuk ke sebuah tempurung paradigma, kemudian lupa - atau tidak bisa - keluar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirip dengan apa yang pernah ditulis R. Bernstein (ed) dalam Habermas and Modernity (Oxford 1985) : "The growth of (purposive-instrumental rationality) does not lead to the concrete realization of universal freedom but to the creation 'iron cage' of bureaucratic rationality from which there is no escape"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persis sama dengan manajemen, dengan semakin rasionalnya manajemen. Dunia manajemen bukan semakin bebas dalam melihat persoalan dan kecenderungan. Sebaliknya, malah semakin terperangkap dalam sangkar besi rasionalitas yang kaku dan membelenggu. Banyak orang bahkan bisa membuat sangkar, tetapi tidak bisa keluar dari situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kotler belum berhasil keluar dari sangkar STP-nya. Demikian juga dengan ribuan atau bahkan jutaan pakar, praktisi dan konsultan manajemen lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan menjadi amat menyedihkan - sebagaimana kita alami di zaman ultra krisis ini - kalau ada pihak yang menjadi diktator dan memaksa agar kita ikut masuk ke dalam 'sangkar besi' mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IMF dengan klien-kliennya, demikian juga dengan 'sangkar besi-sangkar besi' di atas, adalah contoh-contoh diktator ide yang amat menakutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak menakutkan, sedang hidup dalam sangkar besi dan lupa ingatan, tetapi dengan penuh percaya diri serta yakin merasa sedang membebaskan peradaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, jangan pernah lupa, tidak hanya IMF dan sekutu-sekutnya di atas yang menjadi diktator. Sayapun sedang menjadi diktator buat Anda. Bajunya saja yang berbeda. Baju diktator IMF adalah sangkar besi yang membelenggu. Sedangkan baju diktator saya adalah kebebasan. Sama saja bahayanya. Malah, saya mungkin lebih berbahaya. Sebab, sangkar besi itu kelihatan. Tetapi belenggu yang dihadirkan kebebasan tidak kelihatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, Anda sedang melakukan kekeliruan besar dengan membaca tulisan ini. Sudah diingatkan dari judul akan bahayanya diktator ide, malah membiarkan kepala didiktatori oleh konsultan manajemen paling gombal di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i i&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29470798-114991973370089485?l=serpihanhikmah-gedeprama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serpihanhikmah-gedeprama.blogspot.com/feeds/114991973370089485/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29470798&amp;postID=114991973370089485' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29470798/posts/default/114991973370089485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29470798/posts/default/114991973370089485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serpihanhikmah-gedeprama.blogspot.com/2006/06/diktator-ide-pembunuh-ingatan.html' title='Diktator Ide Pembunuh Ingatan'/><author><name>mazheri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935850869069192300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3144/3051/1600/FOTOKU.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29470798.post-114991959491543421</id><published>2006-06-09T23:06:00.000-07:00</published><updated>2006-06-09T23:06:35.066-07:00</updated><title type='text'>Menyalakan Lilin Dalam Diri</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Oleh: Gede Prama&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi presenter di depan sejumlah pemimpin perusahaan minyak, menurut saya sering menantang dan memberi inspirasi. Menantang, karena berhadapan dengan sekumpulan orang brilian yang bisa menjadi sparring partner yang meyakinkan. Memberi inspirasi, sebab dengan tantangan-tantangan yang maha berat, kemudian kepala saya bisa mengeluarkan sesuatu yang tidak terfikirkan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Hyatt Regency Bandung pada awal Desember 1998 lalu, untuk sekian kalinya saya menemukan pengalaman menantang dan penuh inspirasi ini. Sejumlah insinyur menghujani saya dengan pertanyaan tentang kualifikasi seseorang yang layak menjadi pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana pernah saya tulis di lain kesempatan, dalam hubungan antarmanusia, orang lain sebenarnya cermin kita. Bila melihat muka jerawat di cermin, tentu saja yang diobati muka kita, bukan cerminnya. Hal yang sama juga berlaku bagi setiap gangguan dalam hubungan kepemimpinan. Mencari kesalahan di orang lain - kendati kadang berhasil membuahkan perubahan yang temporer - sama saja dengan mengobati jerawat di cermin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdiri di atas keyakinan terakhir, setiap bentuk kualitas hubungan kepemimpinan, sangat diwarnai oleh seberapa terang 'lilin' yang ada di dalam diri sang pemimpin. Begitu lilin tadi menyala, sebagian besar permasalahan hubungan antarmanusia sudah terpecahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lady Diana, Mahatma Gandhi, Abraham Lincoln adalah sederetan pemimpin yang lilinnya menyala secara terang benderang. Dan lilin mereka demikian menerangi, karena tabungan perbuatan baiknya sudah menggunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memang masih jauh dari kualitas yang dimiliki tiga pemimpin di atas. Bahkan, masih menyimpan banyak kekurangan yang perlu diperbaiki. Namun, perjalanan saya sebagai konsultan bertutur bahwa ada sejumlah langkah yang layak untuk dicermati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, saya tidak antiego. Bahkan, banyak kemajuan didorong oleh mesin ego. Tulisan inipun ada karena sebagian didorong oleh ego. Namun, ego yang berlebihan sangat potensial mematikan lilin dalam diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyeimbang paling efektif dari ego adalah kebijakan. Yang terakhir ini bisa berasal dari kedewasaan, belajar dari filsafat, agama atau sumber kebijakan lainnya. Saya belajar kearifan justru dari orang-orang bawah. Tukang taman yang mengurus taman saya di rumah, satpam penjaga komplek, caddy yang mengantar saya di lapangan golf, atau supir jemputan putera-puteri saya adalah sebagian dari guru-guru kebijakan yang saya banggakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak membanggakan, mereka memberi saya kearifan, dengan uang demikian sedikit masih bisa bersukur ke Tuhan. Dengan penampilan yang sederhana, masih memiliki percaya diri berkomunikasi dengan orang lain. Dengan kerut muka hitam dan kotor, masih bisa tersenyum ke orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, karena kehidupan kerap bergerak naik turun seperti roda, saya sering diingatkan secara tidak langsung oleh mereka, bahwa sayapun bisa seperti mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesombongan, sifat takabur, sok dan egoisme lainnya sering diobati secara sangat mujarab oleh 'guru-guru' di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, dalam komunikasi, sering dikemukkan seseorang disebut berhasil bila sampai pada tataran communication with heart. Heart, kalau mau diperinci sebenarnya berasal dari kata hear dan kata art. Alias, seni mendengar. Terus terang, ada banyak sekali yang bisa diperoleh dengan menguasai seni mendengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba bayangkan sepasang suami isteri yang mempersiapkan rumah untuk arisan keluarga. Dari mengecat tembok, membersihkan rumah, membeli peralatan dan makanan sampai dengan membeli sejumlah hal yang membanggakan. Tidak sedikit dana dan tenaga yang dikeluarkan untuk itu. Ini hanya sebuah ilustrasi, bahwa banyak manusia yang mau membayar mahal, hanya agar dihargai oleh orang lain. Dengan sedikit ketrampilan mendengar, Anda bisa memperoleh banyak sekali hal dari jutaan manusia yang haus penghargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, setiap orang memiliki sesuatu yang kecil bagi orang lain, namun besar artinya bagi si pemilik. Nama, putera-puteri, ulang tahun, baju, dasi, jam tangan dan masih banyak lagi yang lain, adalah sebagian dari hal kecil yang bisa memperbaiki kualitas hubungan antarmanusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan bila Anda lupa dengan ulang tahun Anda hari itu, dan tiba-tiba ada kartu datang yang bertuliskan : happy birthday. Atau, bertemu dengan teman lama, dan ia ingat nama putera-puteri Anda. Atau, di tempat yang jarang dikunjungi, tiba-tiba ada orang yang memanggil nama panggilan Anda dengan nada penuh persahabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, lilin dalam diri kita akan tampak terang bagi orang lain, bila kita memberikan our total body language. Bila berbicara dalam posisi berdiri, jangan lupa mengarahkan ujung kaki, dada dan muka ke lawan berbicara. Jika orang sudah bercerita hal-hal pribadi, tunjukkan empati Anda. Ajukan pertanyaan, yang bisa membuat orang semakin bangga akan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan terakhir, ini mungkin sudah klise bagi Anda. Berjanjilah hanya tentang hal yang bisa dilakukan. Dan lakukan segala hal yang Anda telah janjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joseph Goldstein dan Jack Kornfield dalam The Path of Deep Meditation menulis : 'wisdom is not one particular experience, nor a series of ideas or knowledges to be collected. It is an on going process of discovery.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dibandingkan menghafalkan keempat langkah saya di atas, jauh lebih berguna bila Anda mulai menyalakan lilin dalam diri Anda sekarang juga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29470798-114991959491543421?l=serpihanhikmah-gedeprama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serpihanhikmah-gedeprama.blogspot.com/feeds/114991959491543421/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29470798&amp;postID=114991959491543421' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29470798/posts/default/114991959491543421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29470798/posts/default/114991959491543421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serpihanhikmah-gedeprama.blogspot.com/2006/06/menyalakan-lilin-dalam-diri.html' title='Menyalakan Lilin Dalam Diri'/><author><name>mazheri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935850869069192300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3144/3051/1600/FOTOKU.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29470798.post-114991953274142303</id><published>2006-06-09T23:05:00.000-07:00</published><updated>2006-06-09T23:05:32.753-07:00</updated><title type='text'>Keliru Itu Indah</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Minggu, 26/11/2000&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Oleh: Gede Prama&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia olah raga kita, sepak bola adalah salah satu cabang olah raga yang jarang prestasinya membanggakan. Tentu saja, ada banyak sebab yang bersembunyi di balik fenomena ini. Namun, sulit mengingkari sebuah kenyataan, bahwa sepak bola adalah sejenis permainan yang amat bertumpu pada kecermatan mengelola perbedaan.&lt;br /&gt;Sayangnya, tidak ada cabang olah raga baris berbaris yang diperlombakan. Coba kalau ada, saya yakin - lebih-lebih jika yang mewakili adalah sahabat kita dari ABRI - kita tidaklah mengecewakan.&lt;br /&gt;Beda fundamental antara kedua jenis olah tubuh ini, sepak bola memerlukan perbedaan sebagai sarat utama, sedangkan dalam baris berbaris perbedaan ditekan sekecil-kecilnya. Keliru dalam baris berbaris, maka celakalah akibatnya.&lt;br /&gt;Manajemen publik kita, kalau mau jujur, lebih dekat ke manajemen baris berbaris dibandingkan sepak bola. Bila ada pakar ekonomi politik mengkritik tentang aspek KKN dalam kontrak karya Free Port, disebut menghina pemerintah. Jika ada demonstrasi, disebutlah mereka antek komunis. Setiap inci perbedaan, bukannya dirangkai dan dikelola, malah ditempatkan sebagai kekeliruan yang mengganggu ketenteraman penguasa.&lt;br /&gt;Padahal, ada banyak bukti yang menunjukkan, bahwa kemajuan peradaban manusia dibangun di atas jutaan tumpukan kekeliruan.&lt;br /&gt;Sebut saja Columbus yang menemukan benua Amerika. Manusia pertama yang berani bermimpi bahwa kita bisa terbang. Penemu teknologi internet yang becita-cita tentang desa global yang disatukan komputer.&lt;br /&gt;Kumpulan manusia yang membuat peradaban penuh dengan lompatan ini, secara jujur harus diakui, adalah kumpulan manusia keliru. Secara lebih khusus, jika dilihat dari kaca mata zaman mereka hidup.&lt;br /&gt;Columbus dianggap keliru dengan berlayar terus ke barat. Sebab, pada saatnya akan tercebur ke dalam jurang yang menjadi ujung barat bumi, yang diyakini saat itu berbentuk datar.&lt;br /&gt;Saat opini publik berkeyakinan, bahwa jarak satu negara dengan negara lain demikian jauh, perbedaan bahasa demikian banyak, siapa yang mengira bahwa komunitas manusia di bumi ini, bisa menjadi sebuah desa global melalui internet.&lt;br /&gt;Dengan penuh ketulusan harus diakui, peradaban kita berhutang ke banyak manusia keliru. Sebab, lompatan-lompatan sejarah, lahir dari manusia yang disebut keliru oleh zamannya.&lt;br /&gt;Dari keyakinan bumi datar di ajak melompat menjadi bundar. Dari telepon dengan kabel menjadi tanpa kabel. Dari komputer ke PC menuju note book dan bahkan ada yang menemukan hard disk sebesar koin tetapi dengan kapasitas besar.&lt;br /&gt;Bercermin dari sini, menurut saya kemajuan peradaban berjalan dalam lingkaran kekeliruan. Bayangkan, apa yang terjadi bila manusia tidak bisa terbang dianggap sebagai kebenaran absolut tanpa kekeliruan sedikitpun ?.&lt;br /&gt;Lebih dari sekadar kemajuan, hidup menjadi lebih dinamis dan bergairah bila ada yang berani mengatakan keliru terhadap sejumlah kemapanan berfikir. Susah digambarkan, bagaimana wajah kehidupan, jika kebenaran hanya satu dan dipercayai terus menerus.&lt;br /&gt;Sekolah kerjaannya hanya menghafal kebenaran yang sama. Guru tidak diperlukan dan diganti mesin foto copy. Penelitian tidak ada gunanya. Dialog no way.&lt;br /&gt;Dengan demikian, keberanian sejumlah 'oknum' untuk menyatakan keliru terhadap sejumlah opini publik, sebenarnya motor peradaban. Sekaligus, menghindarkan manusia untuk tidak menjadi dinosaurus yang punah karena tidak berubah.&lt;br /&gt;Lihat saja pengusaha-pengusaha yang menggantungkan nasibnya ke keluarga Cendana. Dari dulu hingga cantelannya lengser, perilakunya tidak berubah. Sebut saja penguasa-penguasa tidak tahu diri yang dipaksa mundur. Semuanya mengindikasikan diri tidak berubah. Dan pada saat yang sama, menempatkan manusia yang berani menyebut mereka keliru pada posisi semenderita mungkin.&lt;br /&gt;Bertolak dari sini, penguasa dan pengusaha mana saja yang hanya sibuk membenarkan diri sendiri, dan memusuhi siapa saja yang berani menyebut mereka keliru, cepat atau lambat akan menelan batu yang mereka buat sendiri.&lt;br /&gt;Mungkin ada baiknya bercermin dari apa yang pernah ditulis Karl Popper di tahun 1958. Dalam The logic of scientific discovery, Popper menulis : 'science progresses most rapidly when we attempt to refute our theories and hypotheses rather than seek to confirm them'.&lt;br /&gt;Meminjam argumen Popper, ilmu pengetahuan - demikian juga usaha dan perekonomian - akan berkembang sangat cepat kalau kita berani membuktikan bahwa pendapat kita keliru.&lt;br /&gt;Dan harus diakui, tulisan ini juga berisi banyak kekeliruan. Wong kekeliruan koq disebut indah dan sumber kemajuan. Anda juga keliru dengan membaca halaman ini. Sudah tahu judulnya keliru dibaca juga.&lt;br /&gt;Akan tetapi, dalam kekeliruan itulah terletak banyak sekali keindahan yang menjadi awal kemajuan.&lt;br /&gt;Gede Prama beralamat di www.gedepramaideas.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29470798-114991953274142303?l=serpihanhikmah-gedeprama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serpihanhikmah-gedeprama.blogspot.com/feeds/114991953274142303/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29470798&amp;postID=114991953274142303' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29470798/posts/default/114991953274142303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29470798/posts/default/114991953274142303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serpihanhikmah-gedeprama.blogspot.com/2006/06/keliru-itu-indah.html' title='Keliru Itu Indah'/><author><name>mazheri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935850869069192300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3144/3051/1600/FOTOKU.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29470798.post-114985745088008099</id><published>2006-06-09T05:49:00.000-07:00</published><updated>2006-06-09T05:50:50.883-07:00</updated><title type='text'>Jangan Pernah Berhenti</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Oleh: Gede Prama &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah sejarahwan yakin, bahwa pidato Winston Churchill yang paling berpengaruh adalah ketika beliau berpidato di wisuda Universitas Oxford. Churchill mempersiapkan pidato ini selama berjam-jam. Dan ketika saat pidatonya tiba, Churchill hanya mengucapkan tiga kata : 'never give up' (jangan pernah berhenti).&lt;br /&gt;Sejenak saya merasa ini biasa-biasa saja. Tetapi ketika ada orang yang bertanya ke saya, bagaimana saya bisa berpresentasi di depan publik dengan cara yang demikian menguasai, saya teringat lagi pidato Churchill ini.&lt;br /&gt;Banyak orang berfikir kalau saya bisa berbicara di depan publik seperti sekarang sudah sejak awal. Tentu saja semua itu tidak benar. Awalnya, saya adalah seorang pemalu, mudah tersinggung, takut bergaul dan minder. Dan ketika memulai profesi pembicara publik, sering sekali saya dihina, dilecehkan dan direndahkan orang. Dari lafal 'T' yang tidak pernah lempeng, kaki seperti cacing kepanasan, tidak bisa membuat orang tertawa, pembicaraan yang terlalu teoritis, istilah-istilah canggih yang tidak perlu, serta segudang kelemahan lainnya.&lt;br /&gt;Tidak bisa tidur beberapa minggu, stres atau jatuh sakit, itu sudah biasa. Pernah bahkan oleh murid dianjurkan agar saya dipecat saja menjadi dosen di tempat saya mengajar.&lt;br /&gt;Pengalaman serupa juga pernah dialami oleh banyak agen asuransi jempolan. Ditolak, dibanting pintu, dihina, dicurigai orang, sampai dengan dilecehkan mungkin sudah kebal. Pejuang kemanusiaan seperti Nelson Mandela dan Kim Dae Jung juga demikian. Tabungan kesulitan yang mereka miliki demikian menggunung. Dari dipenjara, hampir dibunuh, disiksa, dikencingin, tetapi toh tidak berhenti berjuang.&lt;br /&gt;Apa yang ada di balik semua pengalaman ini, rupanya di balik sikap ulet untuk tidak pernah berhenti ini, sering bersembunyi banyak kesempurnaah hidup. Mirip dengan air yang menetesi batu yang sama berulang-ulang, hanya karena sikap tidak pernah berhentilah yang membuat batu berlobang. Besi hanya menjadi pisau setelah ditempa palu besar berulang-ulang, dan dibakar api panas ratusan derajat celsius. Pohon beringin besar yang berumur ratusan tahun, berhasil melewati ribuan angin ribut, jutaan hujan, dan berbagai godaan yang meruntuhkan.&lt;br /&gt;Di satu kesempatan di awal Juni 1999, sambil menemani istri dan anak-anak, saya sempat makan malam di salah satu restoran di depan hotel Hyatt Sanur Bali. Yang membuat kejadian ini demikian terkenang, karena di restoran ini saya dan istri bertemu dengan seorang penyanyi penghibur yang demikian menghibur.&lt;br /&gt;Pria dengan wajah biasa-biasa ini, hanya memainkan musik dan bernyanyi seorang diri. Modalnya, hanya sebuah gitar dan sebuah organ. Akan tetapi, ramuan musik yang dihasilkan demikian mengagumkan. Saya dan istri telah masuk banyak restoran dan kafe. Namun, ramuan musik yang dihadirkan penyanyi dan pemusik solo ini demikian menyentuh. Hampir setiap lagu yang ia nyanyikan mengundang kagum saya, istri dan banyak turis lainnya. Rasanya susah sekali melupakan kenangan manis bersama penyanyi ini. Sejumlah uang tip serta ucapan terimakasih saya yang dalam, tampaknya belum cukup untuk membayar keterhiburan saya dan istri.&lt;br /&gt;Di satu kesempatan menginap di salah satu guest house Caltex Pacific Indonesia di Pekan Baru, sekali lagi saya bertemu seorang manusia mengagumkan. House boy (baca : pembantu) yang bertanggungjawab terhadap guest house yang saya tempati demikian menyentuh hati saya. Setiap gerakan kerjanya dilakukan sambil bersiul. Atau setidaknya sambil bergembira dan tersenyum kecil. Hampir semua hal yang ada di kepala, tanpa perlu diterjemahkan ke dalam perintah, ia laksanakan dengan sempurna. Purwanto, demikian nama pegawai kecil ini, melakoni profesinya dengan tanpa keluhan.&lt;br /&gt;Bedanya penyanyi Sanur di atas serta Purwanto dengan manusia kebanyakan, semakin lama dan semakin rutinnya pekerjaan dilakukan, ia tidak diikuti oleh kebosanan yang kemudian disertai oleh keinginan untuk berhenti.&lt;br /&gt;Ketika timbul rasa bosan dalam mengajar, ada godaan politicking kotor di kantor yang diikuti keinginan ego untuk berhenti, atau jenuh menulis, saya malu dengan penyanyi Sanur dan house boy di atas. Di tengah demikian menyesakkannya rutinitas, demikian monotonnya kehidupan, kedua orang di atas, seakan-akan faham betul dengan pidato Winston Churchill : never give up.&lt;br /&gt;Anda boleh mengagumi tulisan ini, atau juga mengagumi saya, tetapi Anda sebenarnya lebih layak kagum pada penyanyi Sanur dan house boy di atas. Tanpa banyak teori, tanpa perlu menulis, tanpa perlu menggurui, mereka sedang melaksanakan profesinya dengan prinsip sederhana : jangan pernah berhenti.&lt;br /&gt;Saya kerap merasa rendah dan hina di depan manusia seperti penyanyi dan pembantu di atas. Bayangkan, sebagai konsultan, pembicara publik dan direktur sebuah perusahaan swasta, tentu saja saya berada pada status sosial yang lebih tinggi dan berpenghasilan lebih besar dibandingkan mereka. Akan tetapi, mereka memiliki mental never give up yang lebih mengagumkan.&lt;br /&gt;Kadang saya sempat berfikir, jangan-jangan tingkatan sosial dan penghasilan yang lebih tinggi, tidak membuat mental never give up semakin kuat. Kalau ini benar, orang-orang bawah seperti pembantu, pedagang bakso, satpam, supir, penyanyi rendahan, dan tukang kebunlah guru-guru sejati kita.&lt;br /&gt;Jangan-jangan pidato inspiratif Winston Churchill - sebagaimana dikutip di awal - justru diperoleh dari guru-guru terakhir.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29470798-114985745088008099?l=serpihanhikmah-gedeprama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serpihanhikmah-gedeprama.blogspot.com/feeds/114985745088008099/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29470798&amp;postID=114985745088008099' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29470798/posts/default/114985745088008099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29470798/posts/default/114985745088008099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serpihanhikmah-gedeprama.blogspot.com/2006/06/jangan-pernah-berhenti.html' title='Jangan Pernah Berhenti'/><author><name>mazheri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935850869069192300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3144/3051/1600/FOTOKU.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29470798.post-114985709058391124</id><published>2006-06-09T05:43:00.000-07:00</published><updated>2006-06-09T05:44:50.596-07:00</updated><title type='text'>Kekayaan Hidup Paling Berguna</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;strong&gt;Oleh: Gede Prama&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertanyaan reflektif paling sering yang dilontarkan manusia sepanjang sejarah, adalah kekayaan manakah yang bisa disebut paling berguna dalam hidup ? Saya sendiri termasuk orang yang cukup sering diberondong dengan pertanyaan terakhir. Klien, peserta seminar, murid, teman seperjalanan, rekan main golf atau bawahan di kantor adalah spesies manusia yang amat sering bertanya soal ini ke saya.&lt;br /&gt;Sebagaimana pertanyaan reflektif lainnya, pertanyaan tentang kekayaan hidup ini juga tidak memiliki jawaban obyektif dan universal. Jawaban terhadap pertanyaan ini bersifat bergerak. Sejalan dengan kedalaman refleksi setiap orang, ada yang menyebut uang, mobil, rumah, keluarga yang penuh perhatian, badan yang sehat, fikiran meditatif atau malah yang lain.&lt;br /&gt;John Clements, sebagaimana yang ia tulis dalam Personal Excellence edisi Juni 1999, menyebut kekayaan hidup paling berguna mencakup nobility, creativity, aspirations, visions, and hope for the future.&lt;br /&gt;Saya cenderung menggaris bawahi hal yang terakhir : harapan akan masa depan. Hidup tanpa harapan, adalah sama saja melewati kehidupan hanya dengan menunggui matahari. Besok pagi pasti terbit di timur, dan besok sore akan tenggelam di barat. Tidak ada ketidakpastian, tidak ada kejutan, tidak ada resiko. Semuanya berjalan rutin dalam ritme yang sudah teratur.&lt;br /&gt;Mirip dengan kehidupan politik di zaman orde baru. Setiap pemilu, sudah bisa diramalkan siapa partai pemenang, siapa presiden, dan siapa yang akan tersingkir. Hidup kemudian memang menjadi terkontrol namun amat membosankan. Belakangan bahkan membuat api dalam sekam meledak dengan korban yang amat menyedihkan.&lt;br /&gt;Nah, mereka-mereka yang hidup rutin, tanpa resiko, menghindari ketidakpastian, takut akan kejutan, sebenarnya sama saja sedang mendisain kehidupan 'orde baru' dalam dirinya : rutin, terkontrol namun membosankan.&lt;br /&gt;Bagi saya, seninya hidup justru terletak pada ketidakpastian, unsur kejutan serta resiko. Ketiganya membangkitkan harapan yang menjadi sumber energi, sekaligus menjadi pembatas yang inspiratif. Bangun di pagi hari, dalam keadaan demikian, terasa enak dan bergizi kalau masih ada yang ditunggu dan diharapkan.&lt;br /&gt;Saya punya seorang rekan yang kebetulan sejak kecil hidup di lingkungan orang tua yang berada. Materi tidak ada masalah. Pekerjaan tersedia sejak kecil. Rumah, istri dan uang apa lagi. Demikian rutin dan terkontrolnya hidup orang ini, sehingga tidak lagi memiliki harapan yang layak untuk diperjuangkan. Dalam usia yang sangat muda sudah menjadi direktur. Ketika masih berpenampilan ABG sudah mengendarai kendaraan untuk eksekutif puncak. Semua merk barang mahal dan terkenal bisa ia beli. Hidup, bagi rekan ini, adalah sebuah ritme yang amat rutin dan membosankan.&lt;br /&gt;Justru karena ritme terakhir inilah, kemudian ia mencari resiko dan kejutan di sektor obat terlarang. Tentu saja, semua sendi-sendi kehidupannya menjadi hancur lebur. Istri melarikan diri. Anak-anak tidak ada yang mengurus. Keluarga memandang curiga. Dan yang paling menyedihkan, sudah lebih dari empat tahun rekan tadi berada dalam perawatan untuk bebas dari ketergantungan obat terlarang.&lt;br /&gt;Bercermin dari ini semua, Anda yang kebetulan baru kena PHK, masa depan karir tidak menentu, pengusaha yang perusahaannya sedang pailit, atau dicerai oleh pasangan hidup, sebenarnya sedang hidup 'kaya'. Disebut kaya, karena justru di tengah ketidakpastian dan kemungkinan kejutan inilah, hidup jadi penuh harapan dan bergairah.&lt;br /&gt;Saya mensukuri sekali gerakan kehidupan yang bergerak pelan dari tangga yang amat bawah. Dari rumah kontrakan ke rumah sederhana. Dari bergelantungan di bus menjadi naik mobil sederhana. Dari tinggal di daerah kumuh menuju daerah yang lebih layak. Dan tidak tertutup kemungkinan, setelah naik kemudian kehidupan bergerak turun. Akan tetapi, di tengah-tengah kehidupan seperti inilah, harapan itu muncul menjadi darah dan energinya kehidupan.&lt;br /&gt;Bangun di pagi hari tubuh penuh semangat, tidur di malam hari di tutup dengan doa yang penuh harapan, bekerja di manapun jarang mengenal kamus lelah. Mesin pendorong yang bisa membuat badan ini seperti itu salah satunya adalah harapan.&lt;br /&gt;Ketika baru pertama kali berkenalan dengan Ken T. Sudarto - tokoh periklanan negeri ini, yang juga orang nomer satu di Matari Inc., yang belakangan sempat jadi boss saya - saya teringat sekali dengan lirik lagu yang beliau kagumi : to dream the impossible dream, to reach the unreachable stars.&lt;br /&gt;Belakangan, saya dengar Matari Inc. memang tidak secepat dahulu pertumbuhannya. Tetapi saya yakin, Ken T. Sudarto masih kaya. Sebab, bukankah harapan adalah kekayaan hidup yang paling berguna ?.&lt;br /&gt;Seorang veteran perang Vietnam yang sempat disekap di Vietnam bertahun-tahun, pernah bertutur tentang pengalaman hidupnya sebagai tahanan yang nyaris tanpa harapan. Sejumlah rekannya telah mati. Ada banyak variasi sebab yang menimbulkan kematian mereka. Dari sakit, stress, ditembak tentara Vietnam karena macam-macam sampai dengan bunuh diri.&lt;br /&gt;Satu-satunya yang membedakan manusia hidup dan berhasil kembali ke Amerika, dengan mereka yang telah almarhum - masih menurut penuturan veteran perang di atas - hanya satu : harapan untuk hidup.&lt;br /&gt;Anda boleh kena PHK, perusahaan pailit, dicerai pasangan hidup, kehabisan uang, atau dikejar-kejar debt collector, namun jangan biarkan diri Anda kehilangan kekayaan hidup paling berguna ini. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29470798-114985709058391124?l=serpihanhikmah-gedeprama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serpihanhikmah-gedeprama.blogspot.com/feeds/114985709058391124/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29470798&amp;postID=114985709058391124' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29470798/posts/default/114985709058391124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29470798/posts/default/114985709058391124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serpihanhikmah-gedeprama.blogspot.com/2006/06/kekayaan-hidup-paling-berguna.html' title='Kekayaan Hidup Paling Berguna'/><author><name>mazheri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935850869069192300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3144/3051/1600/FOTOKU.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
